Real Madrid memulai tahun 2026 dengan situasi tak terduga. Klub raksasa LaLiga itu dipastikan harus bermain tanpa Kylian Mbappé karena kondisi cedera lutut yang membuat sang penyerang utama absen dalam beberapa laga penting. Absennya Mbappé menjadi topik hangat jelang bergulirnya pertandingan-pertandingan krusial di berbagai kompetisi musim ini.
Cedera Lutut yang Mengganggu Performa Mbappé
Mbappé mengalami masalah pada bagian lutut kirinya yang pertama kali mulai terasa pada awal Desember 2025 saat beraksi melawan Celta Vigo. Meskipun sempat memaksakan diri untuk terus bermain, permasalahan tersebut akhirnya memaksa dirinya menepi setelah menjalani beberapa laga terakhir tahun lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemain asal Prancis itu menderita keseleo ligamen pada lutut kirinya yang memerlukan waktu istirahat.
Menurut laporan medis yang dirilis klub, kondisi Mbappé akan dipantau secara berkala. Namun, estimasi dari berbagai sumber menyebutkan bahwa ia bisa absen hingga tiga pekan, atau sekitar lima pertandingan. Ini berarti Mbappé tidak akan memperkuat Real Madrid dalam pertandingan pembuka LaLiga 2025/26 versus Real Betis, serta laga-laga besar seperti Piala Super Spanyol dan beberapa pertandingan liga berikutnya.
Dampak Besar Tanpa Mbappé di Los Blancos
Ketidakhadiran Mbappé menjadi pukulan serius bagi Los Blancos, terutama mengingat produktivitas golnya yang sangat tinggi musim ini. Penyerang 27 tahun itu menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di LaLiga dengan 18 gol, selain kontribusinya di kompetisi lain juga sangat vital bagi skuat Madrid.
Real Madrid akan menghadapi jadwal yang sangat padat dalam beberapa minggu mendatang, termasuk pertandingan di LaLiga, Supercopa de España, hingga kompetisi Eropa. Dengan absennya Mbappé, pelatih harus mencari solusi taktis agar lini serang tetap tajam. Nama-nama seperti Rodrygo, Vinícius Jr., atau bahkan striker akademi seperti Gonzalo Garcia disebut-sebut bisa mendapat kepercayaan lebih besar untuk mengisi posisi kosong di barisan depan.
Peluang dan Strategi Tanpa Pemain Andalan

Absennya Mbappé membuka ruang bagi perubahan strategi. Madrid bisa beralih ke formasi yang lebih variatif, seperti 4-4-2 dengan tekanan tinggi atau memaksimalkan pergerakan gelandang serang untuk menambah agresivitas ofensif. Ini juga menjadi kesempatan bagi pemain muda ataupun cadangan untuk membuktikan kualitasnya di level tinggi.
Pelatih Real Madrid diprediksi akan mempertimbangkan rotasi yang lebih sering demi menjaga kebugaran para pemain lain, terutama dalam menghadapi pekan yang padat dengan jadwal kompetisi. Meski begitu, keyakinan fans tetap tinggi bahwa tim mampu bangkit meski tanpa Mbappé, asalkan strategi tim tetap solid dan kompak.
Tantangan dan Peluang Madrid
Absennya Mbappé membuka tantangan besar bagi Real Madrid, terutama di lini serang. Pelatih kini harus mengandalkan kreativitas Vinícius Jr., Rodrygo, atau pemain muda untuk menjaga ketajaman ofensif. Formasi dan taktik kemungkinan akan disesuaikan, termasuk rotasi pemain untuk menghadapi jadwal padat LaLiga dan Supercopa.
Meski kehilangan bintang utama, situasi ini bisa menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk tampil lebih menonjol dan membuktikan kapasitasnya di level tinggi. Keputusan taktis yang tepat akan menentukan apakah Los Blancos bisa mempertahankan performa kompetitif di semua ajang awal tahun 2026.











