Pengumuman skuad Timnas Indonesia untuk laga melawan Australia dan Bahrain menimbulkan kejutan besar. Pelatih Patrick Kluivert memanggil 27 pemain.
Asnawi Tidak Dipanggil
Tidak ada nama Asnawi Mangkualam dalam daftar tersebut. Absennya Asnawi menjadi sorotan, mengingat ia selalu menjadi bagian penting dalam era kepelatihan Shin Tae-yong. Asnawi memiliki rekam jejak yang cukup mengesankan di Timnas Indonesia. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 48 caps, menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan terbanyak kedua di era saat ini. Meski tampil reguler bersama Port FC di Liga Thailand, keputusannya tidak dipanggil tetap menjadi tanda tanya besar bagi banyak pihak.
Patrick Kluivert Pilih Opsi Lain di Bek Kanan
Tidak dipanggilnya Asnawi bukan berarti posisi bek kanan dibiarkan kosong. Patrick Kluivert telah menyiapkan opsi lain dengan memanggil Kevin Diks dari FC Copenhagen dan Sandy Walsh dari Yokohama F. Marinos. Kedua pemain ini memiliki pengalaman bermain di level yang lebih tinggi dan dipercaya mampu mengisi posisi tersebut.
Selain itu, ada juga nama Eliano Reijnders dari PEC Zwolle yang bisa bermain di posisi bek kanan jika dibutuhkan. Dengan pilihan pemain yang tersedia, Kluivert tampaknya ingin mencoba pendekatan berbeda di lini pertahanan Timnas Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sang pelatih ingin membangun skuad dengan dinamika baru.
Pemain Debutan dan Kejutan di Garuda Calling
Selain absennya Asnawi, ada dua nama baru yang mendapat kesempatan pertama mereka di Timnas Indonesia. Ole Romeny dari Oxford United dan Septian Bagaskara dari Dewa United menjadi dua debutan yang dipanggil oleh Kluivert. Kedua pemain ini menunjukkan performa impresif di klub masing-masing, sehingga layak mendapat kesempatan membela Garuda.
Septian Bagaskara bahkan menjadi striker lokal tertajam di BRI Liga 1 musim ini dengan koleksi tujuh gol. Ia mengungguli nama-nama seperti Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka yang juga mendapat panggilan ke Timnas. Dengan komposisi pemain yang ada, menarik untuk melihat bagaimana Kluivert akan meracik strategi menghadapi dua laga krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tantangan Berat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Dua laga melawan Australia dan Bahrain akan menjadi ujian berat bagi Timnas Indonesia. Kedua tim memiliki kualitas yang cukup mumpuni dan kerap menjadi lawan yang sulit ditaklukkan. Australia, misalnya, memiliki pengalaman lebih banyak di turnamen besar dan dihuni pemain-pemain yang berlaga di liga top Eropa.
Sementara itu, Bahrain dikenal sebagai tim yang memiliki pertahanan solid dan permainan kolektif yang kuat. Kluivert harus menemukan formula yang tepat untuk bisa meraih hasil maksimal di dua pertandingan ini. Pemanggilan pemain yang tepat dan strategi yang efektif akan sangat menentukan peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di kualifikasi.