Panel independen menyimpulkan bahwa City melakukan pelanggaran finansial secara sistematis selama sembilan musim. Klub tersebut dinilai menggunakan perjanjian komersial yang tidak mencerminkan transaksi sebenarnya untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya yang tercatat dalam laporan keuangan.
Manchester City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan mengenai kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan Premier League.
Putusan ini langsung mengguncang sepak bola Inggris. City menghadapi kemungkinan hukuman besar, mulai dari denda, pengurangan poin, hingga dikeluarkan dari Premier League.
Namun, belum ada hukuman yang resmi dijatuhkan. Penentuan sanksi akan dilakukan melalui proses terpisah, sementara Manchester City telah menyatakan akan mengajukan banding dan tetap mempertahankan klaim bahwa klub tidak bersalah.
Manchester City Resmi Dinyatakan Bersalah
Premier League mengumumkan keputusan panel independen pada 29 September 2026. Putusan tersebut menjadi salah satu perkembangan paling penting dalam sejarah sepak bola Inggris modern.
Panel menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius terhadap peraturan finansial dalam periode sembilan musim.
City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan kegagalan bekerja sama selama proses penyelidikan.
Kasus ini sebelumnya dikenal luas sebagai perkara “115 dakwaan.” Jumlah tersebut merupakan gabungan dari beberapa kategori pelanggaran yang berkaitan dengan laporan keuangan, pembayaran pemain dan pelatih, kepatuhan terhadap Financial Fair Play UEFA, peraturan profitabilitas Premier League, serta kewajiban bekerja sama dengan penyelidikan.
Laporan awal media menyebut City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Dalam pernyataan resminya, Premier League menggunakan penjelasan yang sedikit berbeda dengan menyatakan bahwa klub bersalah atas seluruh dakwaan pelanggaran serius dan sebagian besar dakwaan mengenai kegagalan bekerja sama.
Terlepas dari perbedaan cara menghitungnya, kesimpulan utamanya tidak berubah: sebagian besar kasus Premier League terhadap Manchester City diterima oleh panel independen.
Apa Sebenarnya Isi 115 Dakwaan Manchester City?
Premier League pertama kali membawa perkara tersebut kepada komisi independen pada Februari 2023. Dakwaan dibagi menjadi lima kelompok utama.
54 Dakwaan Mengenai Informasi Finansial
City dituduh tidak memberikan informasi finansial yang akurat dan terbaru kepada Premier League dari musim 2009–2010 hingga 2017–2018.
Setiap klub diwajibkan menyampaikan laporan yang memberikan gambaran benar dan wajar mengenai kondisi finansialnya. Informasi tersebut mencakup pendapatan sponsor, pihak-pihak yang mempunyai hubungan dengan pemilik klub, serta biaya operasional.
Premier League menilai laporan City tidak menggambarkan sumber pendapatan dan biaya klub secara sebenarnya.
14 Dakwaan Mengenai Pembayaran Pemain dan Pelatih
City juga didakwa tidak mengungkapkan seluruh pembayaran yang diberikan kepada pemain dan pelatih.
Salah satu bagian yang diperiksa berkaitan dengan pembayaran kepada mantan pelatih Roberto Mancini. Selain kontraknya sebagai manajer City, Mancini dilaporkan mempunyai perjanjian konsultasi dengan klub yang terhubung dengan Abu Dhabi.
Pembayaran image rights dan pendapatan sejumlah pemain juga menjadi bagian dari pemeriksaan. Premier League menilai seluruh kompensasi seharusnya dilaporkan secara lengkap agar biaya klub dapat dihitung dengan benar.
Lima Dakwaan Pelanggaran Peraturan UEFA
City dituduh gagal mematuhi peraturan lisensi klub dan Financial Fair Play UEFA pada periode 2013 hingga 2018.
Peraturan tersebut dirancang untuk mencegah klub membelanjakan dana dalam jumlah yang tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh melalui kegiatan komersial.
Tujuh Dakwaan Pelanggaran Profitability and Sustainability Rules
City juga menghadapi dakwaan terkait peraturan profitabilitas dan keberlanjutan Premier League untuk musim 2015–2016 hingga 2017–2018.
Besarnya pendapatan klub menjadi bagian penting dalam perhitungan tersebut. Jika pemasukan komersial tercatat lebih tinggi daripada nilai sebenarnya, klub dapat terlihat memenuhi batas kerugian meskipun pengeluarannya sangat besar.
35 Dakwaan Kegagalan Bekerja Sama
Kelompok terakhir berkaitan dengan tindakan City selama penyelidikan Premier League dari Desember 2018 hingga Februari 2023.
Klub dituduh tidak memberikan dokumen dan informasi yang diminta secara tepat waktu. Panel juga menemukan adanya upaya untuk menghalangi serta memperlambat penyelidikan.
Skema Pendanaan Terselubung yang Menjadi Pusat Kasus
Salah satu temuan terpenting berkaitan dengan kontrak sponsor Manchester City.
Panel menyimpulkan bahwa sejumlah kesepakatan komersial tidak mencerminkan transaksi yang sebenarnya. Perusahaan sponsor hanya membayarkan sebagian dari nilai yang tercantum, sedangkan kekurangannya ditutupi melalui dana yang dikaitkan dengan Abu Dhabi United Group.
Struktur tersebut membuat dana dari pemilik terlihat sebagai pendapatan sponsor. Secara akuntansi, keduanya mempunyai perlakuan berbeda.
Pemilik klub pada dasarnya diperbolehkan menanamkan modal. Namun, investasi tersebut tidak boleh disamarkan menjadi pendapatan komersial untuk membantu klub memenuhi peraturan pengeluaran.
Panel menyebut kontrak tersebut sebagai perjanjian semu yang digunakan untuk meningkatkan pendapatan City secara artifisial.
Dalam periode yang diperiksa, hampir 950 juta pound tercatat sebagai pendapatan sponsor. Namun, laporan mengenai putusan menyebut perusahaan terkait hanya membayar sekitar 119 juta pound, sementara sebagian besar dana lainnya berasal dari sumber yang berkaitan dengan kepemilikan klub.
Ketika biaya tersembunyi lainnya ikut diperhitungkan, skema tersebut dinilai telah meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya City lebih dari 900 juta pound.
Mengapa Pendapatan Sponsor Sangat Penting?
Klub sepak bola tidak dapat menghindari peraturan finansial hanya dengan menerima uang tanpa batas dari pemiliknya. Pengeluaran harus tetap mempunyai hubungan dengan pendapatan yang sah.
Pendapatan dari tiket, hak siar, merchandise, dan sponsor menjadi dasar untuk menentukan kemampuan belanja sebuah klub.
Semakin tinggi pendapatan yang dilaporkan, semakin besar pula jumlah yang dapat digunakan untuk membeli pemain, membayar gaji, dan membangun skuad tanpa melanggar batas kerugian.
Apabila dana pemilik dicatat sebagai pemasukan sponsor, klub dapat terlihat mempunyai bisnis komersial yang jauh lebih besar daripada kondisi sebenarnya.
Hal tersebut memberikan keuntungan kompetitif karena klub dapat membelanjakan lebih banyak uang untuk pemain dan pelatih sekaligus terlihat mematuhi peraturan.
Inilah alasan kasus City dianggap jauh lebih serius daripada pelanggaran administratif sederhana. Panel menilai tindakan tersebut dilakukan secara sistematis dalam periode yang panjang.
Panel Menilai Sejumlah Saksi Tidak Jujur
Putusan komisi independen juga memuat kritik terhadap sejumlah bukti yang diberikan untuk membela Manchester City.
Panel menyimpulkan bahwa beberapa saksi memberikan keterangan yang mereka ketahui tidak benar. Kesimpulan tersebut memperburuk posisi klub karena menyentuh persoalan kejujuran selama proses hukum.
City juga dinilai melakukan upaya terkoordinasi untuk menghentikan atau menghambat penyelidikan Premier League.
Pelanggaran kewajiban bekerja sama merupakan bagian penting dari perkara tersebut. Sebuah kompetisi hanya dapat menegakkan peraturan finansial apabila klub bersedia memberikan dokumen, kontrak, dan komunikasi internal yang relevan.
Jika informasi tersebut ditahan atau prosesnya terus diperlambat, regulator akan kesulitan menentukan apakah laporan keuangan sebuah klub dapat dipercaya.
Proses yang Berlangsung Hampir Delapan Tahun
Akar kasus ini dapat ditelusuri hingga 2018 ketika Der Spiegel menerbitkan sejumlah dokumen dan surat elektronik internal Manchester City.
Dokumen tersebut berasal dari kumpulan data Football Leaks dan memunculkan dugaan bahwa City menyembunyikan sumber asli sebagian pendapatan sponsornya.
Premier League kemudian membuka penyelidikan pada Desember 2018. Setelah melalui berbagai permintaan dokumen dan sengketa hukum, kompetisi secara resmi mengajukan dakwaan pada Februari 2023.
Sidang komisi independen dimulai pada September 2024. Pemeriksaan berlangsung sekitar 12 minggu dengan ribuan halaman dokumen dan bukti.
Sidang selesai pada Desember 2024, tetapi keputusan tidak langsung diumumkan. Panel membutuhkan hampir dua tahun untuk menyelesaikan pertimbangan dan menyusun putusan.
Lamanya proses ini menjadi sumber kritik. Selama bertahun-tahun, City terus mengikuti kompetisi, membeli pemain, memenangkan pertandingan, dan menambah trofi ketika status hukumnya belum diputuskan.
Manchester City Menolak Putusan dan Akan Mengajukan Banding
Manchester City menyatakan kecewa dan terkejut terhadap kesimpulan panel independen.
Klub tetap menegaskan bahwa mereka tidak bersalah dan memiliki bukti lengkap untuk mendukung posisinya.
City berpendapat bahwa putusan tersebut mengandung kesalahan dalam penerapan hukum, prinsip, dan penilaian fakta. Klub juga kembali mempertanyakan independensi serta keadilan proses yang dijalankan Premier League.
Mereka memastikan akan menggunakan jalur banding yang tersedia. Batas awal pengajuan banding ditetapkan pada 2 Oktober 2026.
Banding berarti putusan belum mempunyai dampak olahraga langsung. Sebelum proses tersebut selesai, belum dapat dipastikan apakah kesimpulan panel akan dipertahankan, dikurangi, atau bahkan dibatalkan.
Sengketa ini juga berpotensi berlanjut ke pengadilan apabila City menilai proses arbitrase atau banding tidak berjalan adil.
Apakah Manchester City Langsung Dihukum?
Manchester City belum langsung menerima pengurangan poin ataupun degradasi setelah pengumuman putusan.
Penentuan bersalah dan penentuan hukuman merupakan dua tahap yang berbeda. Komisi akan mengadakan proses lanjutan untuk menentukan sanksi yang dianggap sebanding dengan pelanggaran.
Selain itu, City masih mempunyai hak mengajukan banding. Hukuman dapat ditunda sampai proses banding selesai, terutama jika hasilnya berpotensi memengaruhi klasemen atau status klub di Premier League.
Karena itu, City untuk sementara tetap mengikuti pertandingan seperti biasa. Poin dan posisi mereka di klasemen belum berubah.
Berbagai angka mengenai jumlah pengurangan poin yang beredar belum merupakan keputusan resmi. Belum ada konfirmasi apakah sanksi akan diterapkan pada musim berjalan atau musim berikutnya.
Hukuman Apa yang Bisa Diterima Manchester City?
Peraturan memberikan wewenang luas kepada komisi independen untuk menentukan hukuman. Beberapa sanksi yang mungkin dijatuhkan meliputi denda, pengurangan poin, pembatasan aktivitas tertentu, atau dikeluarkan dari Premier League.
Denda Finansial
City dapat dijatuhi denda dalam jumlah besar. Namun, denda saja kemungkinan dianggap tidak cukup karena pelanggaran berkaitan langsung dengan penggunaan kekuatan finansial untuk memperoleh keuntungan kompetitif.
Bagi klub dengan sumber daya sebesar Manchester City, denda juga mungkin tidak memberikan efek olahraga yang berarti.
Pengurangan Poin
Pengurangan poin dianggap sebagai salah satu kemungkinan paling realistis. Besarnya dapat menentukan apakah City masih mampu bersaing memperebutkan gelar, turun ke papan tengah, atau terlibat dalam ancaman degradasi.
Everton dan Nottingham Forest sebelumnya menerima pengurangan poin karena melanggar batas kerugian. Namun, perkara City jauh lebih luas karena mencakup dugaan laporan palsu, kontrak semu, pembayaran tersembunyi, dan kegagalan bekerja sama selama bertahun-tahun.
Degradasi atau Pengeluaran dari Premier League
Hukuman terberat adalah pengeluaran dari Premier League. Jika dijatuhkan, City harus meninggalkan kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Namun, pengeluaran dari Premier League tidak otomatis menentukan kompetisi tempat City akan bermain. Penerimaan klub ke Championship atau divisi lain juga melibatkan peraturan dan persetujuan otoritas kompetisi terkait.
Karena dampaknya sangat besar, hukuman semacam ini hampir pasti akan menghadapi perlawanan hukum yang panjang.
Larangan Transfer atau Pembatasan Skuad
Pembatasan transfer juga muncul sebagai salah satu kemungkinan dalam laporan media. Sanksi tersebut dapat mengurangi kemampuan City membangun skuad pada periode berikutnya.
Namun, sampai sekarang belum ada konfirmasi bahwa komisi akan memilih jenis hukuman tersebut.
Apakah Gelar Manchester City Bisa Dicabut?
Pertanyaan terbesar dari para penggemar adalah apakah trofi yang dimenangkan City selama periode pelanggaran akan dicabut.
City memenangkan tiga gelar Premier League dalam periode utama yang diperiksa, yakni musim 2011–2012, 2013–2014, dan 2017–2018.
Namun, pencabutan gelar belum diumumkan sebagai hukuman dan tidak boleh dianggap sebagai kepastian.
Peraturan Premier League memungkinkan komisi menjatuhkan berbagai bentuk sanksi olahraga, tetapi pencabutan gelar lama akan menimbulkan persoalan hukum dan sejarah yang sangat rumit.
Belum jelas apakah gelar akan diberikan kepada klub yang finis di posisi kedua atau dibiarkan tanpa pemenang apabila pencabutan benar-benar terjadi.
Untuk saat ini, seluruh gelar Manchester City tetap tercatat secara resmi. Perubahan hanya dapat terjadi setelah sanksi diumumkan dan seluruh proses banding selesai.
Mengapa Kasus Ini Berbeda dari Hukuman UEFA pada 2020?
Pada 2020, UEFA pernah melarang Manchester City tampil di kompetisi Eropa selama dua musim karena persoalan yang berkaitan dengan pendapatan sponsor.
City mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport. Larangan tersebut kemudian dibatalkan karena sebagian dugaan dinilai telah melewati batas waktu dan bukti lainnya dianggap tidak cukup kuat.
Namun, City tetap didenda 10 juta euro karena tidak bekerja sama dengan penyelidikan UEFA.
Kasus Premier League mempunyai perbedaan penting. Peraturannya tidak menerapkan batas waktu yang sama seperti proses UEFA sehingga sejumlah dokumen lama masih dapat dipertimbangkan.
Premier League juga membawa kumpulan dakwaan yang lebih luas, termasuk pembayaran pelatih, pendapatan pemain, pelanggaran peraturan domestik, dan kegagalan bekerja sama selama beberapa tahun.
Karena itu, keberhasilan City membatalkan hukuman UEFA tidak otomatis menentukan hasil perkara Premier League.
Dampak terhadap Persaingan Premier League
Manchester City berkembang menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris setelah diakuisisi Sheikh Mansour pada 2008.
Investasi besar memungkinkan klub merekrut pemain kelas dunia, membangun fasilitas elite, dan memenangkan berbagai trofi domestik serta Liga Champions.
Putusan panel menimbulkan pertanyaan mengenai apakah sebagian keberhasilan tersebut diperoleh melalui keuntungan finansial yang tidak tersedia bagi klub lain yang mengikuti peraturan.
Klub rival dapat berpendapat bahwa mereka kehilangan gelar, posisi Liga Champions, pendapatan pertandingan, dan pemasukan komersial karena harus bersaing melawan tim yang mempunyai keuntungan tidak sah.
Beberapa klub Premier League dilaporkan mulai mencari nasihat hukum mengenai kemungkinan tuntutan kompensasi.
Jika gugatan tersebut benar-benar diajukan, nilai kerugiannya dapat mencapai jumlah yang sangat besar dan menciptakan perkara hukum baru di luar proses disiplin Premier League.
Bagaimana Nasib Pemain Manchester City?
Ketidakpastian hukuman berpotensi memengaruhi masa depan pemain seperti Erling Haaland, Rayan Cherki, dan bintang lainnya.
Apabila hukuman hanya berupa denda atau pengurangan poin dalam jumlah kecil, komposisi skuad mungkin tidak banyak berubah.
Situasinya akan berbeda jika City terancam gagal lolos ke Liga Champions atau dikeluarkan dari Premier League. Pemain elite biasanya memiliki ambisi tampil di kompetisi tertinggi dan mempertahankan tempatnya di tim nasional.
Kontrak sejumlah pemain juga mungkin mempunyai klausul yang berkaitan dengan degradasi, kegagalan lolos ke Eropa, atau perubahan status kompetisi klub.
Namun, belum ada tanda bahwa para pemain akan langsung meninggalkan Etihad Stadium. Mereka masih menunggu kejelasan mengenai hukuman dan hasil banding.
Dampak terhadap Pelatih dan Proyek Olahraga City
Ketidakpastian hukum juga dapat mengganggu pekerjaan tim pelatih dan manajemen klub.
City harus merencanakan transfer, kontrak pemain, serta target kompetisi tanpa mengetahui posisi mereka pada musim berikutnya.
Calon pemain baru mungkin ragu bergabung apabila klub berisiko kehilangan poin atau tidak dapat tampil di Premier League.
Sponsor juga akan mengevaluasi dampak reputasi dari putusan tersebut. Perusahaan yang bekerja sama dengan City dapat menghadapi tekanan untuk menjelaskan hubungannya dengan klub yang dinyatakan melanggar peraturan secara sistematis.
City Football Group memiliki jaringan klub di berbagai negara. Karena itu, kerusakan reputasi Manchester City dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap proyek sepak bola global milik kelompok tersebut.
Premier League Juga Menghadapi Pertanyaan Besar
Putusan ini tidak hanya memberikan tekanan kepada Manchester City. Premier League turut menghadapi kritik mengenai lamanya proses penyelidikan dan penegakan peraturan.
Dugaan pertama kali muncul secara terbuka pada 2018, sedangkan keputusan baru diumumkan delapan tahun kemudian.
Selama periode tersebut, City terus memenangkan pertandingan dan trofi. Jika pelanggaran memang memberikan keuntungan kompetitif, hukuman yang datang bertahun-tahun kemudian tidak dapat sepenuhnya memperbaiki kerugian yang dialami klub lain.
Premier League harus menunjukkan bahwa peraturannya dapat diterapkan secara konsisten, termasuk terhadap salah satu klub terkaya dan terkuat di dunia.
Hukuman yang terlalu ringan dapat merusak kepercayaan terhadap kompetisi. Sebaliknya, hukuman ekstrem tanpa dasar perhitungan yang jelas dapat dipandang sebagai keputusan politis dan menghadapi tantangan hukum.
Karena itu, liga harus menjelaskan alasan di balik sanksi secara transparan ketika keputusan akhirnya diumumkan.
Javier Tebas Menuntut Hukuman Berat
Presiden LaLiga Javier Tebas menjadi salah satu tokoh yang paling keras menanggapi putusan tersebut.
Tebas mengatakan Manchester City harus menerima hukuman paling berat yang tersedia. Ia menilai perkara tersebut mempunyai dampak yang jauh lebih luas daripada sepak bola Inggris.
Menurut Tebas, penerapan peraturan finansial diperlukan untuk melindungi klub yang berusaha menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
Ia telah mengkritik model pendanaan City sejak 2017 dan berulang kali menggunakan istilah doping finansial untuk menggambarkan investasi yang menurutnya merusak persaingan.
Meski demikian, Tebas tidak mempunyai kewenangan menentukan hukuman. Keputusan tetap berada di tangan komisi independen dan proses banding Premier League.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Tahap pertama adalah pengajuan banding Manchester City. Klub telah menyatakan akan menggunakan seluruh jalur hukum yang tersedia.
Panel banding dapat mempertahankan putusan, membatalkan sebagian temuan, atau memerintahkan perubahan tertentu.
Secara terpisah, komisi akan menentukan jenis serta besarnya hukuman. Proses tersebut kemungkinan mempertimbangkan lamanya pelanggaran, keuntungan yang diperoleh, tingkat kesengajaan, dan kegagalan bekerja sama.
City hampir pasti akan menentang hukuman besar. Hal tersebut berarti penyelesaian final masih dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan lebih lama.
Selama belum ada keputusan akhir, City tetap bermain di Premier League dan seluruh poin mereka masih berlaku.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian besar terhadap klasemen musim 2026–2027. City sedang bersaing di papan atas, sehingga pengurangan poin dapat langsung mengubah perebutan gelar dan posisi kompetisi Eropa.
Kesimpulan
Manchester City telah dinyatakan bersalah dalam kasus finansial terbesar yang pernah ditangani Premier League.
Panel independen menemukan bahwa City menggunakan perjanjian komersial semu, memberikan laporan finansial yang tidak akurat, menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya, dan gagal bekerja sama secara memadai dengan penyelidikan.
Skema tersebut dinilai telah meningkatkan pendapatan serta mengurangi biaya yang dilaporkan lebih dari 900 juta pound selama periode yang diperiksa.
Namun, perkara ini belum selesai. Hukuman belum ditentukan dan Manchester City akan mengajukan banding.
Pengurangan poin, denda besar, larangan tertentu, serta pengeluaran dari Premier League termasuk dalam kemungkinan sanksi. Sementara itu, pencabutan gelar masih sebatas spekulasi dan belum diumumkan sebagai bagian dari putusan.
Hasil akhirnya tidak hanya menentukan masa depan Manchester City. Kasus ini akan menentukan apakah peraturan finansial Premier League mempunyai kekuatan nyata dan apakah klub terbesar dapat dimintai pertanggungjawaban dengan standar yang sama seperti anggota kompetisi lainnya.
Sampai proses banding serta sidang hukuman selesai, sepak bola Inggris akan terus menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar: seberapa berat harga yang harus dibayar Manchester City atas pelanggaran yang dinilai berlangsung selama hampir satu dekade?











