Kuala Lumpur – Timnas Malaysia menghadapi pukulan telak setelah FIFA menjatuhkan sanksi kalah WO (Walk Out) dalam dua laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam. Keputusan ini membuat Harimau Malaya turun 14 peringkat di ranking FIFA, kini menempati posisi ke-135.
Pelatih Peter Cklamovski menilai situasi ini sangat memukul tim, apalagi Malaysia sebelumnya tengah berada dalam tren positif. “Kami sedang membangun momentum baik dalam 12 bulan terakhir, tapi hal-hal di luar lapangan ini menjadi hambatan,” ujar Cklamovski dikutip dari Bernama.
Dampak Sanksi pada Tim dan Ranking
Sanksi ini diberikan karena Malaysia menurunkan pemain yang tidak sah, terkait skandal pemalsuan dokumen naturalisasi. Akibatnya, peluang tim untuk tampil di Piala Asia 2027 kini tertutup. Selain itu, Indonesia berhasil menyalip Malaysia di ranking FIFA, menduduki posisi ke-121.
Cklamovski menegaskan bahwa timnya tetap harus bangkit dari kondisi ini. “Segala yang bisa kami kendalikan—cara latihan, strategi bermain, analisis lawan, dan pengembangan sepak bola—harus tetap menjadi fokus. Sisi negatif seperti ini harus diterima sebagai bagian dari perjalanan,” tambahnya.
Fokus pada Perbaikan dan Pembelajaran
Meski kecewa, Cklamovski menekankan pentingnya melihat sanksi ini sebagai pelajaran. Ia berharap tim bisa belajar dari kesalahan administratif dan memperkuat mental serta disiplin dalam setiap laga mendatang.
“Setiap kisah besar pasti punya tantangan. Kami harus memaknai hambatan ini dan tetap melangkah maju. Harimau Malaya masih memiliki banyak peluang untuk berkembang jika belajar dari pengalaman,” jelas pelatih asal Australia itu.
Dengan sanksi ini, Malaysia harus menata ulang strategi dan fokus membangun kembali kepercayaan diri pemain untuk sisa kualifikasi dan kompetisi internasional lainnya.











