Langkah impresif Real Madrid akhirnya terhenti. Bertandang ke markas Osasuna di Stadion El Sadar, Pamplona, Sabtu (21/2/2026) malam waktu setempat, Los Blancos harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.
Kekalahan ini sekaligus memutus rentetan delapan kemenangan beruntun Madrid di semua ajang dan membuat posisi mereka di puncak klasemen LaLiga mulai terancam.
Penalti Budimir Buka Keunggulan Tuan Rumah
Madrid datang dengan misi memperlebar jarak di klasemen. Namun, meski mendominasi penguasaan bola di awal laga, tim tamu justru kesulitan menembus pertahanan rapat Osasuna.
Ancaman pertama sudah ditebar Ante Budimir lewat sepakan melengkung yang tipis melebar. Penyerang Kroasia itu kemudian kembali merepotkan lini belakang Madrid melalui sundulan yang sempat membentur tiang.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-36 setelah Thibaut Courtois melakukan pelanggaran di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, dan Budimir yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Courtois untuk membawa Osasuna unggul 1-0 hingga turun minum.
Vinicius Samakan Skor, Raul Garcia Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, Madrid meningkatkan tempo permainan. Arda Güler sempat mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melayang di atas mistar.
Gol penyeimbang baru tercipta pada menit ke-73. Umpan silang dari sisi kiri berhasil dimanfaatkan Vinicius Junior di depan gawang. Sentuhan jarak dekatnya membuat skor berubah menjadi 1-1.
Setelah itu, Madrid terus menekan demi membalikkan keadaan. Kylian Mbappe memiliki peluang emas di dalam kotak penalti, tetapi upayanya digagalkan barisan pertahanan Osasuna.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, publik El Sadar bersorak pada menit ke-90. Raul Garcia yang masuk sebagai pemain pengganti melakukan penetrasi sebelum melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang. Courtois tak mampu menjangkaunya. Osasuna memastikan kemenangan 2-1.
Posisi Madrid di Puncak Terancam
Hasil ini membuat Real Madrid tetap mengoleksi 60 poin dari 25 pertandingan. Namun, keunggulan mereka atas Barcelona hanya tersisa dua angka. Jika sang rival meraih kemenangan pada laga berikutnya, posisi Madrid di puncak klasemen bisa tergusur.
Kekalahan ini juga menjadi yang pertama sejak Desember lalu, saat Madrid takluk dari Celta Vigo. Sejak saat itu, mereka sempat mencatatkan delapan kemenangan beruntun, termasuk lima laga di bawah arahan pelatih baru, Álvaro Arbeloa.
Evaluasi Arbeloa
Usai pertandingan, Arbeloa mengakui timnya kurang efektif saat menghadapi blok pertahanan rendah.
“Kami menguasai permainan di babak pertama, tetapi sirkulasi bola kurang cepat. Saat menghadapi pertahanan rapat, Anda harus memindahkan bola lebih cepat agar lawan tidak mudah mengantisipasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kecenderungan serangan yang terlalu bertumpu pada satu sisi lapangan.
“Kami terlalu sering membangun dari sisi kiri. Permainan harus lebih seimbang agar lawan tidak mudah membaca pola kami. Ini musim yang panjang, dan kami harus segera memperbaikinya,” tambahnya.
Bagi Osasuna, kemenangan ini terasa spesial. Mereka akhirnya mampu menundukkan Madrid di kandang sendiri setelah penantian panjang lebih dari satu dekade.











